Warta

Pengabdian Masyarakat, Dosen Polnes Jelaskan Konsep Pencegahan Kebakaran

KLIKSAMARINDA – Ketua Tim PKM Dosen Jurusan Teknik Kimia Polnes, Wahyudi, mengatakan adanya segitiga api akan menimbulkan kebakaran. Padahl, kebakaran merupakan sesuatu hal yang tidak diinginkan dan tidak terkendali sehingga menimbulkan kerugian. Dan sebagai langkah awal dalam menanggulangi bencana, konsepnya adalah mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Dengan menjaga keamanan dan mencegah terjadinya resiko bahaya termasuk bahaya kebakaran.

Hal itu disampaikan Wahyudi pada saat memberikan Pelatihan Tentang Pencegahan Kebakaran kepada Dewan Guru SMA Budi Luhur (Boarding school) Samarinda di Samarinda, Sabtu (16/08/2025). Menurut Wahyudi, selain itu dengan adanya konsep Pencegahan Kebakaran, sebelumnya terlebih dahulu kita harus memahami apa itu Api, bagaimana proses terjadinya api, apa itu kebakaran dan bagaimana proses terjadinya kebakaran. Nah, setelah memahami teori dasar tentang api dan kebakaran tersebut, maka selanjutnya akan lebih mudah untuk mencari cara yang tepat untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Untuk itu diperlukan adanya langkah-langkah pemadaman kebakaran yang dilandasi pada teori dasar segitiga api tersebut. Yaitu dengan cara memisahkan ketiga unsur pembentuk api berupa bahan material yang mudah terbakar, oksigen (O2) dan suhu panas yang dihasilkan. Sehingga apabila salah satu dari mata rantai pembentuk api tersebut dapat kita putus, maka terjadilah pemutusan reaksi. Sehingga kebakaran yang terjadi tidak semakin membesar,” kata Wahyudi.

Wahyudi menambahkan, kesadaran dan pengetahuan sangat penting. Terutama sebagai salah satu cara dalam memberikan pelayanan tentang penyuluhan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Tujuannya, agar masyarakat tahu tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi kebakaran.

“Namun seiring berjalannya waktu, untuk menjawab berbagai problematika dan tantangan akan terjadinya bahaya kebakaran maka dari itu dilaksanakanlah penyuluhan/sosialisasi pencegahan dan simulasi penggunaan APAR (Alat Pemadan Api Ringan). Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dewan guru SMA Budi Luhur (Boarding school) Samarinda sebagai peserta aktif dalam rangka kesiapsiagaan mencegah terjadinya kebakaran,” paparnya

Sebagai penutup, Wahyudi berharap, pelatihan ini berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi peningkatan kemampuan teknis para Dewan Guru SMA Budi Luhur dalam penanganan melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. “Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, semoga memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *